Sabtu, 03 April 2021

Artikel Perjalanan Wisata

EKSOTIS  GROJOGAN SEWU TAWANGMANGU

Oleh: Efi Setiawati, S.Pd.

Alam selalu menghadirkan pesona yang sangat  indah. Selain jajaran gunung yang berdiri kokoh, ada pesona air terjun atau grojogan yang tidak kalah indahnya.  terlintas di pikiran keindahan alam obyek wisata air terjun ini memang sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Berbicara mengenai air terjun terbesit tentang untaian air berjatuhan dengan suara gemuruh bagaikan melodi indah. Suara gemuruh air yang menagjubkan tersebut bisa dijadikan sebagai tempat melepas kepenatan serta mampu memberikan ketenangan, menyegarkan hati dan pikiran dengan menikmati dinginya percikan air oleh hembusan angin dan suhu udara yang sejuk. Salah satu air terjun yang memiliki panorama eksotis yang dapat dinikmati adalah Grojogan Sewu Tawangmangu. Tempat yang bisa di ibaratkan sebagai kawasan puncak bagi warga Surakarta dan sekitarnya.

Grojogan Sewu Tawangmangu merupakan air terjun yang berada di  Provinsi Jawa Tengah. Terletak di lereng Gunung Lawu sekitar 27 km di sebelah timur  Kota Karanganyar Kecamatan  Tawangmangu Kabupaten  Karanganyar Jawa Tengah. Pengunjung atau wisatawan untuk menuju lokasi Wisata Grojogan Sewu Tawangmangu dapat menggunakan kendaraan bermotor, kawasan wisata yang berjarak 42,5 kilometer dari kota Solo ini bisa dicapai sekitar 60–75 menit. Untuk menuju air terjun, pengunjung atau wisatawan harus berjalan kaki atau naik kuda melewati hutan wisata milik perhutani.

Grojogan dalam bahasa Jawa berarti air terjun dan sèwu berarti seribu. Sehingga Grojogan Sèwu berarti air terjun seribu. Meski air terjunnya tidak berjumlah seribu, tetapi ada beberapa titik air terjun yang dapat dinikmati di sini apabila sedang musim hujan di sekeliling tebing. Kata sewu atau seribu disini berasal dari seribu pecak atau satuan jarak yang digunakan saat itu yang merupakan tinggi air terjun. Satu pecak sama dengan satu telapak kaki orang dewasa.

Grojogan sewu Tawangmangu memiliki ketinggian  tercurah sekitar 81 meter dan memiliki luas 20 Ha. Air Terjun Grojogan Sewu Tawangmangu termasuk tempat wisata alam konservasi. karena flora dan fauna yang dilindungi dengan baik dan dilestarikan oleh dinas perhutani Jawa Tengah. Kawasan Hutan Wisata Grojogan Sewu  ini banyak ditumbuhi berbagai jenis pohon hutan antara lain pinus, kemlandingan gunung, beringin, gondang hingga puspa. Sedangkan fauna yang paling banyak ditemukan adalah kera ekor panjang, tupai dan burung. Sebagai wisata alam konservasi, satwa di sini dibiarkan liar. Pengelola melindunginya dengan membiarkan satwa-satwa berkembang biak secara alami. Ketika memasuki kawasan wisata grojogan sewu harus berhati-hati jika membawa makanan dan minuman berasa karena kera -kera tersebut akan merebutnya. Uniknya lagi tidak hanya satu kera saja tetapi banyak kera yang akan membantu merebut makanan dan minuman. Jadi dari pada beresiko jangan membawa makanan dan minuman yang mencolok. Bagi pengunjung yang suka satwa, Grojongan Sewu merupakan tempat yang cocok untuk dikunjungi. Kera ekor panjang yang dilindungi di sini seringkali muncul di sekitar pengunjung. Sehigga pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan kera-kera tersebut. Interaksi di sini tidak dapat langsung memegang dan berswafoto, namun lebih ke say hello saja dari jarak yang cukup dekat.


Untuk memasuki kawasan air terjun Grojogan Sewu Karanganyar ini memiliki dua pintu masuk yang bisa dipilih. Pintu masuk pertama berada di dekat Taman Balekambang dan pintu masuk yang kedua berada di dekat River Hill. Kedua pintu ini memiliki keindahan dan keunikan masing-masing yang mungkin, bisa jadi aternatif pengunjung atau wisatawan.


Pintu Pertama Grojogan Sewu

Pintu masuk pertama adalah pintu masuk yang paling dikenal oleh seluruh masyarakat. Tempatnya yang dekat dengan Terminal Tawangmangu, membuat semua pengunjung atau wisatawan akan lebih memilih tempat ini. Lagi pula, di pintu masuk ini begitu ramai karena banyaknya kuda-kuda yang berjajar, sehingga menghadirkan sebuah pemandangan yang berbeda bagi pengunjung atau wisatawan yang memiliki jiwa petualang. Pintu masuk ini menjadi yang paling direkomendasikan. Bukan berupa jalur atau track yang menantang. Melainkan, jalur yang cukup mudah tetapi menuntut fisik pengunjung atau wisatawan untuk sampai ke titik air terjun grojogan sewu seperti, sebuah pemanasan sebelum mendaki Gunung Lawu, karena jalur yang harus dilalui adalah anak tangga yang sangat fantastis jumlahnya dan sudah sangat baik dan nyaman bagi pengunjung atau wisatawan.

 

Pintu Kedua Grojogan Sewu

Pintu masuk yang kedua cukup bersahabat bagi pengunjung atau wisatawan karena jalurnya yang cukup landai. Memang menanjak dan disertai bebatuan. Tetapi, lebih bersahabat apalagi untuk para lansia yang masih bersemangat untuk menikmati keindahan air terjun grojogan sewu ini. Ada pun harga tiket masuk air terjun Grojogan Sewu Tawangmangu terdiri dari 2 jenis tiket masuk, yang pertama untuk wisatawan domestik Rp 20.000/orang dan wisatawan asing Rp110.000/orang dan untuk hari libur nasional harga tiket wisatawan asing /internasional Tourist naik sebesar Rp 160.000/ 0rang. Jam berkunjung di buka mulai jam 07.00-17.00 WIB. Alamat: Jl. Raya Tawangmangu, Beji Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah  57792

Para pengunjung atau wisatawan untuk dapat menikmati panorama eksotis grojogan sewu harus berjalan melewati anak tangga yang sangat fantastis jumlahnya sebanyak 1250 anak tangga setapak demi setapak .ketika menuruni anak tangga memang tidak terasa lelah karena sambil menikmati keindahan alam pepohonan yang rindang dan menjulang tinggi serta kera-kera ekor panjang yang mengiringi langkah kita hingga sampai ke Grojogan Sewu, rasa lelah karena perjalanan terbayarkan dengan menikmati keindahan Grojogan Sewu oleh gemercik air, percikan air oleh hembusan angin yang sepoi-sepoi menyapu lembut, suasana alam pegunungan yang memiliki suhu udara sangat sejuk tanpa polusi dan bebatuan di dasar Grojogan Sewu sungguh eksotis serta menagjubkan merupakan karunia Illahi yang tak ternilai seakan memanjakan mata para pengunjung atau wisatawan namun ketika saat pulang sungguh sangat melelahkan sekali ketika  menaiki anak tangga setapak demi setapak butuh tenaga ekstra untuk mencapainya. Namun setelah sampai ke atas ada kepuasan tersendiri selain berwisata kita juga berolah raga layaknya  treadmill

Beberapa fasilitas yang disediakan dari hutan wisata grojogan sewu ini antara lain: Taman Binatang Hutan, kolam renang, wahana outbound, selter atau tempat istirahat, kios makanan, kios buah-buahan, cenderamata, mushola dan  MCK.

Wahana Outbound Di Taman Wisata Grojongan Sewu

Tinggi air terjun yang mencapai 81 meter, membuat kawasan sekitarnya cocok untuk outbound. Salah satu outbound seru di sini adalah flying fox. Hanya dengan membayar Rp. 11.000, pengunjung sudah bisa merasakan sensasi berseluncur di atas sungai. Rafting juga menjadi wahana outbound yang patut dicoba. Hanya saja wahana rafting di sini cuma pada hari tertentu. Sehingga kadang ada, kadang juga tidak ada.

Wisata Kuliner Sate Kelinci

Setelah puas menikmati aneka kegiatan, kini saatnya pengunjung atau wisatawan melepas lelah sambil makan. Berbagai masakan tersedia di area tempat wisata grojogan sewu  ini. Ada satu masakan yang menjadi ikon di kawasan ini, yaitu sate kelinci. Serat lembut dari daging kelinci sangat nikmat dipadukan dengan sambal kacang. Ditambah irisan cabe dan bawang merah, semakin melengkapi nikmatnya sate kelinci di sini. Agar lebih kenyang, sate kelinci juga dipadukan dengan sumber karbohidrat. Jika biasanya nasi dijadikan sumber karbohidrat, di tempat ini nasi diganti dengan lontong.


Mitos

Di kawasan Air Terjun Grojogan Sewu terdapat sebuah jembatan kayu bernama kretek pegat (jembatan pemisah) yang sering di pakai oleh pengunjung untuk berswafoto Konon mitos yang berkembang dari warga setempat ini berlaku untuk pasangan yang belum menikah, bagi sepasang kekasih yang belum menikah jika berani melintasi jembatan kretek pegat di depan air terjun, maka hubungannya akan putus dan tidak sampai ke jenjang pernikahan. Menurut cerita warga di jembatan kretek pegat sering terlihat sosok penunggu yang memiliki wujud kakek-kakek yang merupakan abdi setia dari Kyai Baladewa yang akan terlihat di saat petang dan sedang dipenuhi oleh kabut. Selain sosok abdi Kyai baladewa, kabarnya Grojogan sewu memiliki penunggu yang berbeda-beda di setiap titik. Lapisan terluar dari kawasan tersebut konon ditunggui oleh sejumlah kuntilanak. Ada patung ular menurut cerita merupakan batas gerbang menuju dimensi gaib.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar